Friday, November 6, 2009

Hari 3: Braunschweig - Berlin

Karena saking padatanya acara di Berlin, Bremen dan Cologne dan akhirnya Amsterdam akhir minggu lalu sehingga membuat malas menulis jurnal.


Hari 3: Braunschweig - Berlin

Hari ketiga di Braunschweig lumayan nyaman setelah badan segar karena malam hari sebelumnya diundang makan malam dengan Stefan dan minum bir non alkohol. Karena lumayan akrab, dijemputlah aku di Hotel oleh Stefan denganmobil tuanya (1991), tapi minggu ini dia akan beli mobil baru berkat uluran dana pemerintah (stimulus ekonomi 2009). Sekitar jam 10.00 smapai juga di kantor Fraunhofer WKI, tempat dimana banyak dilakukan penelitian yang berhubungan dengan kayu.


Selepas selesai rapat, rupanya diantar pula oleh Stefan ke stasiun kereta dan lumayan juga harus menunggu kereta ke Berlin karena cuaca mulai hujan.





Perjalan ke Berlin gak cukup lama walauapun hanya naik kereta jenis Biasa (IC = Inter City), tapi ternyata hujan makin deras sehingga malas mampir kemana-mana bin ngendon di hotel doang. Padahal disini banyak obyek yang banyak dikunjungi seperti Tembok Berlin, Branderburg Tor dan banyak sekali Mall Super Besar sebesar Grand Indonesia di Thamrin.
Ini gambar sambutan warga Berlin di Stasiun.

Wednesday, October 28, 2009

Hari 2: Leipzig, Braunschweig

Leipzig

Setelah bangun pagi, langsung saja menuju kantor Fraunhofer Institute di Leipzig yang mana lumayan jauh dari Hotel sehingga mesti pake taksi. Karena kebetulan hujan lumayan deras juga yang membuat naik Tram menjadi malas. Rapat berlangsung cukup menarik dari jam 10 sampai 12 dari pembicaraan bisnis Diagnostic Tools sampai ke Stem Cell.

Setelah rapat, kuputuskan menyantap nasi goreng ala Vietnam di Restoran Asia, karena perut sudah pengin nasi, untuk menambah kekuatan berpikir dan mengatasi rasa dingin (dibawah 10 derajat). Nasi goreng juga cukup mengatasi kerinduan akan makanan bergaram dan sambal. Restoran Asia lumayan sukses juga di Leipzig apalagi pas waktu makan malam, sehingga ada beberapa orang antri.






Braunschweig

Karena kekenyangan akibat porsi yang relatif banyak, badan jadi lemas dan jantung berdetak keras. Tapi syukur kereta ke Braunschweig akhirnya datang dan saking kenyangnya (campur jetlag) aku bisa tertidur di kereta IC. Sampai Braunschweig Hbf jam 3.30 sore aku langsung pesan taksi menuju hotel yang tak terlalu jauh dan langsung cuci kaki, lalu buka internet untuk mengerjakan beberapa tugas.

Dan jam 6 sore, kawan saya Stefan menjemput untuk mengundang makan malam di Pusat Kota Braunschweig, sebuah restoran sejak 1883 yang menyajikan menu khas Jerman. Menu yang direkomendasikan Stefan berupa Ayam Kalkun Goreng betul-betul sedaaap mantap. Dan tak lupa, karena ini di Jerman maka Bir adalah minumannya. Tapi sayang aku lupa nama Bir buatan Bavaria ini.



Monday, October 26, 2009

Hari 1: Frankfurt, Dresden, Leipzig

Setelah transit di Bandara Changi Singapura selama 1 jam, maka berangkatlah kita ke Jerman. Dan akhirnya setelah menempuh perjalanan yang panjang, akhirnya sampai juga di Bandara Frankfurt Jerman jam 06.00 pagi.






Padahal, pesawat ke Dresden jam 07.00, apa lacur pasti terlambat walaupun sudah pake lari-lari karena harus antri di dua tempat yaitu di Pemeriksaan Passport dan pemeriksaan tiket pesawat. Jadinya, harus nunggu pesawat selanjutnya jam 09.30 dan ternyata itu pun saya jadi waiting list. Tapi untungnya dapat juga tempat duduk walaupun pesawat baru berangkat pukul 10.15.



Sampai kota Dresden jam 11.15 dan ternyata enak sekali disini karena gak ada pemeriksaan Imigrasi, mungkin dikira sudah diperiksa di Frankfurt. Lalu segera meluncur ke Dresden Hbf (Haubtbahnhof/Main Train Station) untuk beli tiket kereta, beli SIM Card untuk HP, dan beli vocer untuk internet.






Setelah itu menuju kantor Fraunhofer FEP Dresden untuk rapat tentang proyek di bidang Coating Material. Itulah tujuan saya ke Dresden. Rapatpun selesain dan saya memutuskan untuk balik ke Dresden Hbf untuk makan siang, dan menunggu kereta ke Leipzig.

Sampaui Leizig, akhirnya masuk Hotel yang cuma 20 Meter dari Leipzig Hbf dan akhirnya bisa mandi, gosok gigi dan merendam kaki. Habis Maghrib penginnya nonton Sinetron tapi gak ada, akhirnya cari makan lah di Leipzig Hbf yang merupakan gabungan dari Stasiun kereta dan Shopping Mall. Makanya, Leipzig sangat saya rekomendasikan untuk dikunjungi, sangat bagus dan muda-mudinya gaul abis kaya Jakarta.

Penginnya mau cari kebab, tapi setalah jalan 40 menit gak ketemu, akhirnya mampir saja di Nordsee, restaurant Franchise daging Ikan.


Sunday, October 25, 2009

Persiapan final ke Jerman

Karena dikabari beberapa teman tentang suhu di Jerman yang berkisar 8 derajat, terpaksa hari ini hunting jaket tebal.

Ternyata beruntung adik gak pergi, sehingga bisa ke Bandara pake mobilnya.

Sekarang siap2 pergi ke Bandara dulu


Ini gambar sudah antri di bandara:



Walapaun sudah antri 3 am sebelumnya, ternyata gak bisa dapat tempat duduk di Gang biar bisa ke WC sering-sering. Ternyata kita bisa pesan tempat duduk beberapa hari sebelumnya ditambah banyak pemesan datang dari Singapura.

Ok, perjalanan bersambung ke Hari Pertama.

Saturday, October 24, 2009

Persiapan ke Jerman

Ternyata banyak juga yang harus dipersiapkan untuk menuju Jerman besok malam. Mulai dari pelembab, sikat dan pasta gigi (karena hotel di Jerman jarang ada), sampo anti ketombe dan juga permen karet sekaligus pemutih gigi.

Besok, rencananya akan naik Lufthansa jam 20.00 transit di Singapore lalu langsung menuju Frankfurt am Main. (Di Jerman ada dua kota Frankfurt, yang satu dialiri sungai Main, dan yang satu dialiri sungai Öder). Frankfurt adalah kota bisnis Jasa Keuangan seperti halnya London dan New York.

Barang-barang lain yang saya siapkan adalah gula arén dan bumbu pecel, ini adalah pesenan teman SMA saya yang tinggal di Stuttgart. Dia ini setelah kawin diboyong suaminya yang kerja disono. Dan sekarang baru hamil akibat perbuatan dengan suaminya pas winter, maklum adem. Kota Stuttgart adalah kota Industri dimana Marcedez Benz lahir dari kota ini, rencanya saya mau diantar lihat museum pembuatan mobil.

Lalu aku beli sedikit bumbu khas Indonesia untuk oleh-oleh kawan saya kandidat Doktor Universitas Eindhoven Belanda. Nanti kita akan ketemu di Amsterdam minggu depan. Maksud tak bawain bumbu, supaya nanti mau balik Indonesia setelah lulus walaupun sekarang sudah lumyan bergelimang Euro hasil bekerja di Lembaga Penelitian.

Barusan saya juga harus ke kantor untuk ambil Headset untuk nanti menelepon ke rumah, kantor, teman dan istri via VOIP dengan software Skype. Sempat juga ke Galeri Indosat Thamrin untuk daftar Roaming, tapi ternyata...kartu Mentari Indosat tidak bisa lagi roaming di Jerman, matilah awak!

Friday, October 23, 2009

Kontroversi Menkes tentang Virus

Setelah terpilihnya kabinet awal minggu lalu, media menyoroti berita seputar gagalnya dr. Nila menjadi Menkes karena tidak lolos uji kejiwaan dan diganti dr. Endang yang tidak ikut tes kejiwaan.

Lalu ditambah pula, bahwa menurut dr. Siti (Menkes lama), dr. Endang yang merupakan jajaran Eselon 2 (anak buah) pernah diskors karena urusan virus H5N1.

Memang banyak kalangan mengacungi jempol dengan keberanian dr. Siti yang menghentikan pengiriman virus ke WHO dengan biaya cuma-cuma, lalu WHO menyerahkan virus ke Perusahaan Riset Amerika untuk membuat antivirusnya dan jika kemudian Pemerintah ingin mendapat antivirus tersebut, harus membeli dengan biaya yang mahal. Karena tentu saja semua pasien Flu Burung ditanggung biayanya oleh pemerintah.

Tapi......yang menjadi pertanyaan saya:
  • Apakah pemerintah kita mencari atau paling tidak berusaha menemukan antivirus Flu Burung?
  • Apakah pemerintah membiayai Lembaga Riset Asing lainnya semisal Eropa, Australia atau Jepang untuk menemukan antivirusnya?
  • Apakah pemerintah membiayai Lembaga Riset Nasional seperti LIPI, BPPT, Universitas, Eijkmann untuk melakukan hal yang sama?

Seandainya jawabnya tidak semua, mending kita kirim ke WHO, lalu WHO yang tender ke perusahaan Riset USA, lalu tinggal kita beli antivirus itu.

Thursday, October 22, 2009

Pengumuman Kabinet Baru

Tadi malam baru saja diumumkan nama-nama kabinet baru yag dinamakan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2, karena pemimipinnya masih sama dengan yang Jilid 1.

Daftar nama-nama kabinet diumumkan jam 10.00 malam (pukul 22.00 WIB) karena sekarang harus pelantikan. Tak terbayang kalo pelantikannya pagi ini, pasti menteri Kesehatan yang baru tahu terpilih pada saat-saat terakhir akan belingsatan dandan karena namanya Wanita harus persiapan matang.

Kalau saya analisis sekilas, cara untuk menjadi menteri adalah:

  1. Kuliah di Indonesia, lalu berorganisasi, lalu masuk partai politik
  2. Kuliah di Indonesia, berbisnis, lalu masuk partai politik
  3. Kulih di Indonesia, berkarir jadi dosen, lalu jadi pejabat (Rektor atau di Kementrian)
  4. Kuliah di Akademi Militer

Yang susah adalah para lulusan Luar negeri dan menjadi profesional di Perbankan, R&D, Saham, Asuransi dll.